HumasDPRD - Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat pembahasan program kerja tahun 2021 bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, di Ruang Rapat Komisi B DPRD Kota Bandung, Senin (8/2/2021).
Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komisi B, Hasan Faozi, dan diikuti oleh para anggota Komisi B yang terdiri dari H. Agus Gunawan, Hj. Siti Nurjanah, Christian Julianto Budiman, dr. Maya Himawati, H. Andri Rusmana, dan Hj. Nenden Sukaesih.
Rapat yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat ini menyoroti delapan program kerja yang dijabarkan dan menjadi fokus utama pelaksanaan Disdagin Kota Bandung pada tahun 2021.
Salah satunya yakni Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Program ini menjadi fokus yang dibahas karena terjadinya kenaikan harga bahan pokok seperti kedelai juga daging sapi beberapa waktu lalu, dan yang terkini harga bawang putih.
Pengendalian harga ini juga dihadapkan dengan beberapa agenda hari raya keagamaan di Kota Bandung, seperti Imlek, bulan Ramadan, serta Hari Raya Idul Fitri, yang memiliki potensi kenaikan harga dan kelangkaan barang.
Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi mengatakan, rapat kerja ini bertujuan membahas beberapa program yang menjadi fokus Disdagin Kota Bandung selama tahun 2021. Komisi B DPRD juga bertugas mendalami setiap upaya, realisasi, dan potensi kendala dari program-program Disdagin.
“Rapat ini untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas, serta potensi kendala yang akan dihadapi, agar program kerja Disdagin dapat direalisasikan secara optimal juga lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam menghadapi momentum hari raya keagamaan, kenaikan harga bahan pokok kerap kali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Bahkan tidak jarang kenaikan harga diikuti oleh kelangkaan barang di tingkat distributor maupun di tingkat pengecer.
“Berkaca dari persoalan tersebut, bahkan terjadi hampir setiap tahun di setiap akan menghadapi momentum hari raya, maka kami mendorong Disdagin Kota Bandung untuk dapat merealisasikan beberapa program solutif yang efektif dan tepat sasaran, sebagai langkah antisipatif terjadinya permasalahan kenaikan dan kelangkaan barang di masyarakat,” ucapnya.
Operasi Pasar
Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, meningkatnya harga beberapa kebutuhan bahan pokok disebabkan oleh ketergantungan terhadap impor, yang mencapai 95 persen, seperti impor kedelai dari Amerika, ternak sapi dari Australia, dan bawang putih dari Cina.
Elly menuturkan, untuk mengantisipasi kenaikan dan kelangkaan barang di Kota Bandung, pihaknya rutin menggelar operasi dan sidak pasar tradisional terutama sembako bersubsidi, di hari Kamis setiap pekan. Hal ini dilakukan guna mengetahui dan mendata kondisi dari harga jual dan ketersediaan komoditas di tingkat pengecer.
Dalam upaya stabilisasi harga bahan pokok, pihaknya memiliki beberapa program seperti kegiatan pengawasan pupuk dan pestisida bersubsidi, serta pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok dan barang penting di tingkat pasar rakyat yang terintegrasi dalam sistem informasi perdagangan.
“Untuk stabilisasi dan mengantisipasi terjadinya kenaikan harga dan kelangkaan barang pokok jelang hari raya Idul Fitri, kami juga akan menggelar operasi pasar pada bulan April di bulan Ramadan, atau dua pekan jelang Idul Fitri yang terdiri dari paket sembako berisi beras, gula, minyak, kornet sapi atau sarden bagi masyarakat miskin desil 2, 3, dan 4 di 151 kelurahan, 30 kecamatan,” katanya.
Dalam rapat kerja tersebut, Disdagin Kota Bandung menjabarkan beberapa program lainnya selama 2021 yang meliputi Program Pengembangan Ekspor, Program Penggunaan dan Pemasaran Produk dalam Negeri, Program Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, serta Program Perizinan dan Pendaftaran Perusahaan.
Selain itu, terdapat Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Program Pengelolaan Sistem Informasi Industri Nasional, Program Perencanaan dan Pembangunan Industri; serta Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah.* (Permana).