HumasDPRD- DPRD Kota Bandung berharap masyarakat untuk semakin meningkatkan protokol kesehatan, terlebih dengan kembalinya Kota Bandung masuk sebagai zona merah.
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir penambahan kasus Covid-19 di Kota Bandung cukup signifikan, mulai dari 60 kasus hingga 100 kasus.
"Dengan status zona merah ini, maka masyarakat diminta untuk kembali berhati-hati dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya pada Talkshow OPSI "Refleksi Penanganan Covid-19 di Kota Bandung" di PRFM, Senin (7/12/2020).
Menurutnya pelaksanaan 3M dan 1T menjadi kunci dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Bandung. Seperti Mencuci tangan secara berkala, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun.
"Maka diperlukan kesadaran bersama dalam mengedukasi protokol kesehatan, dalam hal ini, 2,5 juta penduduk Kota Bandung," ujarnya.
Tedy menerangkan bahwa kesadaran bersama dibutuhkan karena jumlah sumber daya manusia (SDM) di Pemkot Bandung yang terbatas, dibanding jumlah penduduk Kota Bandung.
"Jika seluruh ASN bersama berbagai komunitas dan pemerhati ada lebih dari 30 ribu orang, tapi jumlah ini memiliki keterbatasan untuk menjangkau 2,5 juta penduduk Kota Bandung," terangnya.
Diakuinya bahwa sektor ekonomi harus kembali dipulihkan di tengah pandemi Covid-19, namun disiplin di bidang kesehatan juga harus menjadi prioritas masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
"Apalagi dengan kultur Kota Bandung yang biasa berkumpul, maka kita harapkan menjaga kesehatan dan protokol kesehatan menjadi mindset warga Kota Bandung saat ini," tambahnya.* (Rio)