HumasDPRD-Kota Bandung merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat, yang berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan lain sebagainya.
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan berharap penanganan bencana di Kota Bandung, lebih berbasis data. Terlebih dengan curah hujan yang cukup tinggi saat ini.
"Jadi kedepan dapat lebih berbasis data, termasuk tahun ini, dalam penanganan bencana di Kota Bandung," ungkapnya pada Rapat Kerja membahas Informasi La Nina dan Potensi Curah hujan Tahun 2020 dan 2021 di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (21/10/2020).
Dalam rapat kerja tersebut, hadir perwakilan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar-PB) Kota Bandung.
Menurut Tedy, dengan berbasis data, maka akan mendapatkan informasi yang detail dan akurat. Sehingga penanganan bencana hidrometeorologi di Kota Bandung dapat lebih maksimal.
"Apalagi curah hujan di Kota Bandung, puncaknya terjadi dua kali, yakni Januari dan Maret. Sehingga dua kali ekstra lebih waspada," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor, Muthalib menerangkan bahwa puncak musim penghujan diperkirakan akan terjadi pada Januari mendatang.
Dikatakan Muthali, saat ini siklus iklim yang terjadi mulai tidak beraturan. Kendati demikian, dampak dari La Nina hanya berpengaruh ke Indonesia bagian timur hingga tengah, serta sebagian wilayah di pulau Jawa.
"Diprediksi selama tiga bulan kedepan akan terjadi hujan, kita terus berupaya memberikan masukan," tambahnya. (Rio)***