HumasDPRD-Pemerintah Kota Bandung diminta tidak hanya fokus melakukan sosialisasi prosedur tetap (Protap) kesehatan bagi masyarakat yang akan melangsungkan pernikahan di gedung, selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Namun sosialisasi tersebut, juga harus dilakukan kepada masyarakat yang akan menggelar pernikahan di rumah.
"Sosialisasi protap kesehatan tersebut perlu ditunjang dengan dukungan alat yang memadai. Untuk di gedung sudah bisa dan relatif bisa dikendalikan. Namun bagi pernikahan yang diselenggarakan di rumah, ini yang perlu lebih kita perhatikan. Belum lagi bagi mereka yang membutuhkan perlengkapan, seperti thermogun dan kelengkapan lainnya, dan ini kita dorong supaya bisa disediakan di tiap kecamatan," kata Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, AT., MM, di Ruang Ketua, DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Bandung, Jumat (3/7/2020).
Karena itu, pihaknya meminta Pemkot Bandung untuk membuat sosialisasi pernikahan yang bisa dengan mudah diduplikasi oleh seluruh warga.
"Untuk hal ini, supaya dibuat dengan mudah diduplikasi warga. Misalnya tidak ada prasmanan. Jadi tuan rumah menyediakan makanan yang sudah dibungkus. Sehingga lebih mengurangi masa berkumpul dan waktu relatif lebih cepat," jelas Tedy.
Selain itu, terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bandung, Tedy menyatakan sudah bisa terkendali dengan baik.
"Penanganan relatif cukup baik, dan Covid-19 di kota Bandung relatif bisa terkendali, bisa kita lihat dari jumlah kematian yang tidak bertambah terus-menerus dan jumlahnya cenderung bertahan," pungkasnya.@dprd.bandung.go.id