HumasDPRD - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., MM., membeberkan empat pokok pikiran untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bandung Tahun 2021. Empat pokok pikiran tersebut, meliputi pemerintahan, perekonomian, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat.
"Memasuki era globalisasi, kita tidak bisa menghindar sepenuhnya dari pengaruhnya, baik positif atau negatif. Seperti masalah virus corona yang bukan hanya masalah kesehatan, tapi lainnya, seperti sektor petumbuhan ekonomi. Ini perlu dicermati di tahun depan di RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2021. Penyusunan RKPD dalam Musrenbang tahun ini sangat strategis. Karena merupakan tahun ketiga kepemimpinan wali kota dan wkail wali kota. Harus betul memperhatikan RPJMD dan janji-janji politik," jelas Tedy dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Bandung 2021, di Ballroom Hotel El Royal, Jalan Merdeka, Bandung, Rabu, (11/3/2020).
Tedy menegaskan, pokok-pokok pikiran DPRD Kota Bandung dalam Musrenbang Kota Bandung 2021 bertujuan untuk mewujudkan visi Bandung.
"Pokok-pokok pikiran DPRD merupakan gabungan pemikiran dari pimpinan DPRD, komisi dan seluruh anggota dewan. Dengan pokok-pokok pikiran untuk bisa memantapkan visi Kota Bandung menjadi kota unggul, nyaman, sejahtera dan agamis dapat terwujud," ungkapnya.
Terkait bidang pemerintahan, perlu untuk dilakukan pemetaan ulang jumlah aparatur sipil naisonal (ASN) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandung. Hal ini, dilakukan untuk memantapkan reformasi birokrasi
“Pemetaan kompetensi merupakan hal yang mendesak, sehingga OPD bisa memiliki ASN yang sesuai dengan kompetensinya supaya lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tupoksinya," jelas Tedy.
Lebih lanjut, dalam pengoptimalan jumlah ASN di Kota Bandung, Tedy mendorong program Smart City dengan leading sector Diskominfo, terutama dalam pelayanan rekapitulasi layanan kependudukan seperti Cafe Geulis (Gerai untuk Layanan Istimewa). Selain itu perlu kolaborasi dan sinergitas Pentahelic salah satunya dengan Perguruan Tinggi untuk mewujudkan kota Bandung sesuai visi Kota Bandung.
Di bidang perekonomian, terdapat beberapa hal yang harus dilaksanakan yakni peningkatan indeks daya beli Kota Bandung yang masih belum sepenuhnya dinikmati warga Kota Bandung. Selain itu, mendorong UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat Kota Bandung, pembinaan intensif pajak hotel dan restoran, BUMD di Kota Bandung harus menjadi lokomotif perkembangan di Kota Bandung.
Dalam bidang pembangunan, hal yang paling diutamakan adalah penanganan kemacetan.
"Kemacetan dan rekayasa lalu lintas harus terus dikembangkan di seluruh kawasan Kota Bandung. Pemerintah juga harus berani dalam razia dan implementasi ganjil-genap. Selain itu masyarakat juga harus mulai membudayakan dalam memanfaatkan transportasi publik, termasuk sepeda," terang Tedy.
Tedy menambahkan, penanganan sampah perlu terus ditingkatkan. Pihaknya mengapreasiasi program Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan), yang melibatkan masyarakat, dan termasuk stakeholder lain. Tedy juga mengapreasiasi Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung dalam menangani masalah banjir yang telah mengusahakan danau retensi di kawasan banjir.
“Dalam perbaikan drainase harus terintegrasi, sehingga tidak memunculkan masalah baru. Selain itu perlu dipercepat masterplan penanganan masalah kawaaan kumuh dan Ruang Terbuka Hijau (RTH),” terangnya.
Untuk bidang kesejahteraan rakyat, terutama pendidikan, Pemkot Bandung harus mengutamakan pembangunan SMPN di kawasan blank spot.
"Pembangunan SMPN harus terus dilakukan di kawasan blank spot dan di dalamnya mendorong pendidilan sistem zonasi di semua kawasan," tambahnya.
Selain itu, pelayanan kesehatan karena masih banyak masyarakat BPJS yang merasa didiskriminasi. DPRD Kota Bandung mendorong Dinas Sosial pada tahun 2021, untuk fokus pada program pengurangan jumlah PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial).
Sebagai Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy mengapreasisasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang telah berupaya dalam penggunaan GBLA sebagai sarana olahraga di tahun 2021 dan mengusahakan juga sebagai venue Piala Dunia U-20.
Di sisi lain, pemuda dan perempuan harus mendapatkan perhatian serius di tahun 2021.
"Program pelatihan atau pemberdayaan pemuda untuk peluang kerja perlu ditingkatkan. Selain itu peran perempuan seperti organisasi PKK dan organisasi lainnya yang bayak andilnya di Kota Bandung perlu ditingkatkan di 2020-2021," tandasnya.
Poin terakhir dari pokok-pokok pemikiran DPRD Kota Bandung adalah Pemkot Bandung harus terus bisa memantapkan Bandung Agamis. Tedy pun mengapreasiasi program Bersatu (Berjamaah Solat Tepat Waktu). *dprd.bandung.go.id