HumasDPRD- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung mendorong pasar-pasar tradisional di Kota Bandung bisa membangkitkan perekonomian di masyarakat. Pasalnya terdapat sekitar 37 pasar tradisional di Kota Bandung.
Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengatakan bahwa pasar tradisional di Kota Bandung, dapat memberikan keuntungan (deviden) baik bagi masyarakat maupun pemerintah. "Maka kita harus bersama-sama mengawal pasar -pasar tradisional di Kota Bandung, sehingga lebih berdaya dan memberikan keuntungan terutama bagi warga Kota Bandung," ungkapnya saat audiensi bersama Manggala Garuda Putih di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi no 30 Kota Bandung, Selasa (10/3/2020).
Menurut Tedy, sejumlah pasar di Kota Bandung sedang dalam proses revitalisasi, seperti Pasar Kosambi dan Pasar Cihaugeulis. Upaya tersebut, dalam menambah kenyamanan dan daya tarik bagi pengunjung ke pasar tersebut.
Dikatakannya persoalan yang masih menjadi penghambat revitalisasi pasar di Kota Bandung, yakni sertifikasi lahan. Sehingga pihaknya meminta Pemkot Bandung untuk segera menyelesaikan masalah tersebut.
"Memang dinamika yang terjadi di lapangan tidak sederhana, tapi sertifikasi lahan harus diupayakan sehingga tidak ada hambatan dalam revitalisasi pasar," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kabag Perekonomian Pemkot Bandung, Asep Gufron menuturkan bahwa pihaknya optimistis akan adanya perubahan positif pada pasar-pasar di Kota Bandung. Kendati diakuinya, masih banyak yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. "Kami menginventarisir bahwa dalam RPJMD ada 11 pasar yang harus dibenahi, maka ini harus dikejar," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Manggala Garuda Putih DPC Kota Bandung, Haidir A. Ismail berharap DPRD Kota Bandung dapat mengawasi Perumda Pasar Bermartabat Kota Bandung, sehingga pasar-pasar dapat lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Tentu kami akan ikut mengawal dan berharap pasar-pasar tradisional menjadi lebih baik kedepannya," tambahnya.*dprd.bandung.go.id