HumasDPRD- Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung Nunung Nurasiah, S.Pd menjadi pembicara pada Simposium "Menyoal Sistem Pendidikan Indonesia Saat Ini" di Villa Balong BHO Jalan Cipadung No.122 Kec.Cibiru Kota Bandung, Jumat (28/2/2020)
Dalam paparannya, Nunung mengatakan pendidikan adalah sesuatu yang menjadi hak asasi bagi setiap warga negara. Maka dari itu, mutu pendidikan di Indonesia harus ditingkatkan secara baik, karena secara tidak langsung pendidikan menentukan kemajuan suatu daerah.
“Kami di DPRD Kota Bandung sangat fokus untuk permasalahan pendidikan, kami terus pantau dan kawal kebijakan yang ada d DPRD Kota Bandung. Bagaimana DPRD bisa mewarnai pendidikan khususnya di Kota Bandung,” tuturnya.
Hadirnya pemerintah dalam pendidikan, dimaksudkan agar pendidikan bisa diakses dan dirasakan seluruh masyarakat termasuk mereka yang kurang mampu. “DPRD Kota Bandung memiliki fungsi pengawasan yang sangat kuat, karena hal tersebut harus diawasi jangan sampai merugikan masyarakat kecil atau masyarakat yang tidak mampu melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Dalam koridor otonomi daerah, menurut Nunung, peran DPRD Kota Bandung sangat kuat dalam dunia pendidikan. Salah satu contohnya adalah program RMP dan beberapa program lainnya. “Kita akan dorong dan komunikasikan dengan DPRD Provinsi,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab yang dipandu moderator Kang Yahya, mahasiswa UIN Bandung, salah seorang peserta bernama Akbar Setiawan, kader PMII dari Palembang menanyakan kebijakan dari kurikulum. Menurutnya, sampai saat ini metode guru mengajar ke anak didik itu secara ceramah. “Apakah hal itu akan produktif dengan pengajaran,” tanyanya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nunung menyebutkan bahwa Menteri Pendidikan yang sekarang ini sangat luar biasa. “Semoga kedepan memberikan jalan keluar agar dirasakan masyarakat,” ujarnya. *dprd.bandung.go.id