HumasDPRD - Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, S.E., M.M., menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini dengan menghadiri acara program Bina Pola Asuh Balita dan sekaligus memberikan makanan bergizi tambahan, di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis, 27 November 2025.
Acara yang diprakarsai oleh PKK Kelurahan Margasari dan Pemerintah Kota Bandung yang diwakili oleh DPPKB ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang tepat, nutrisi seimbang, serta stimulasi perkembangan optimal bagi anak usia di bawah lima tahun.
Dalam sambutannya, Kang Edwin Senjaya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah kota sangat ditentukan oleh kualitas generasi penerus yang disiapkan sejak dini.
“Program Bina Pola Asuh Balita ini adalah investasi jangka panjang terbaik yang bisa kita lakukan. Anak-anak kita, para balita ini, adalah calon pemimpin masa depan Kota Bandung. Oleh karena itu, peran orang tua, khususnya ibu, dalam memberikan gizi dan pola asuh yang benar adalah kunci utama, ” ujar Edwin.
Ia juga menyoroti masalah stunting (gagal tumbuh kembang) yang masih menjadi perhatian serius dan harus ditangani secara kolaboratif. Menurut Kang Edwin, pemahaman yang baik dari orang tua tentang gizi dan kesehatan anak adalah benteng pertahanan pertama.
“Kami dari DPRD sangat mendukung inisiatif seperti ini. Saya berharap, materi yang disampaikan hari ini tidak hanya berhenti di telinga, namun diimplementasikan secara konsisten di rumah masing-masing. Stunting bisa kita cegah bersama dengan edukasi dan tindakan nyata,” ujarnya.
Edwin juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan dukungan anggaran yang memadai bagi program-program pro-kesehatan dan pendidikan anak usia dini di Kota Bandung.
“Pemerintah Kota Bandung harus memastikan bahwa program-program pendampingan keluarga dan kesehatan balita mendapatkan alokasi yang cukup. Kolaborasi antara pemerintah, PKK, Posyandu, dan masyarakat adalah kunci untuk menciptakan generasi emas,” ujarnya.
Acara di Kelurahan Margasari ini dihadiri oleh puluhan orang tua balita, kader Posyandu, serta perangkat kewilayahan setempat. Mereka tampak antusias mengikuti sesi edukasi mengenai pembinaan pola asuh balita yang benar dan teknik stimulasi motorik halus.* (Robby)