HumasDPRD – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Puter, Rabu, 28 Mei 2025. Kunjungan ini sebagai bentuk respons cepat atas laporan langsung dari warga berkenaan seorang ibu dari keluarga kurang mampu yang mengalami kendala dalam proses persalinan anak kelima.
Kunjungan ini dilakukan tidak hanya untuk menangani kasus secara langsung, tetapi juga untuk mengevaluasi efektivitas program Universal Health Coverage (UHC/Cakupan Kesehatan Semesta) dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi warga miskin.
Iman Lestariyono menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya menjadi evaluasi teknis, tetapi juga menyentuh nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya menjadi dasar dalam pelayanan publik.
“Saya tidak tahu siapa pasien ini, tidak kenal, tidak pernah bertemu, dan baru kali ini mendengar kisahnya. Tapi inilah panggilan jiwa. Kalau masih ada warga miskin yang kesulitan melahirkan hanya karena tidak punya dokumen pendukung, berarti sistem kita belum bekerja sepenuhnya. Dan itu adalah PR kita di DPRD, di pemerintah, dan sebagai manusia,” tuturnya.
Iman juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pihak Puskesmas Puter yang telah mengutamakan pelayanan tanpa menunggu pembayaran atau kelengkapan administrasi.
“Kami sangat mengapresiasi Puskesmas Puter yang memilih bersikap manusiawi. Meski pasien belum terdaftar dan belum bayar, pelayanan tetap diberikan. Ini bukti bahwa nurani tenaga kesehatan kita masih hidup,” katanya
Kepala Puskesmas Puter, dr. Rita Irmawaty menjelaskan bahwa layanan tetap diberikan sesuai SOP darurat.
“Kami tangani dulu, karena ini soal nyawa. Tapi kami akui, kalau data MOV dan UHC sudah akurat sejak awal, tentu semua bisa berjalan lebih cepat dan tenang,” ujarnya.
Iman menjelaskan, kejadian ini harus menjadi peringatan dan pengingat bagi semua pemimpin, baik di daerah maupun nasional.
“Kami berharap kejadian ini membuka mata seluruh pemimpin negeri ini. Bahwa di bawah, masih banyak warga yang tidur bukan karena kenyang, tapi karena menahan lapar. Mereka hidup dalam sunyi, seringkali tak terlihat oleh sistem. Ini bukan hanya kasus, ini cermin bagi kita semua. Harapan kami, tidak ada lagi warga miskin yang tertinggal dari hak-haknya, terutama dalam hal kesehatan. Kami ingin sistem ini adil, menyeluruh, dan berpihak pada yang paling lemah,” ujar Iman.
Ia menambahkan, DPRD Kota Bandung tetap berkomitmen mengawal kebijakan publik demi memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan pelayanan dasar yang layak, bermartabat, dan manusiawi.* (Handoko)