HumasDPRD - Wakil Ketua Pansus 8 DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi mengapresiasi Pemerintah Kota Bandung yang sudah memiliki Patron Aplikasi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan (PATRAKOMALA) sebagai wadah para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung. Dari data PATRAKOMALA yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, tercatat didominasi oleh subsektor fesyen dan kuliner yang menjadi ikon Kota Bandung.
"Kami dari Pansus perda penataan dan pengembangan ekonomi kreatif mencatat ada 16 subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung terdata di Disbudpar dalam platfom Patron Aplikasi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan (PATRAKOMALA). Di situ teman-teman pelaku ekonomi kreatif bisa masuk dan daftar, yang terdata kebanyakan fesyen dan kuliner. Walaupun subsektor lain seperti pengembang aplikasi dari Kota Bandung itu sudah mendunia, lalu film hingga musik juga banyak," kata Asep, saat menjadi narasumber Obrolan Plus Solusi 'OPSI' di Radio PR FM Bandung, Jumat, (9/7/2022).
Selain itu, Asep pun menjelaskan total ada 16 sub sektor ekonomi kreatif yang sudah ditetapkan mulai dari produk aplikasi, arsitektur, desain interior, desain grafis, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta industri radio.
Selain mengapreasi Pemerintah Kota Bandung, Asep pun memberikan catatan penting agar pengelolaan ekonomi kreatif di Kota Bandung dapat semakin baik. Ia pun meminta komunikasi dan koordinasi antara SKPD Pemerintah Kota Bandung dapat diperbaiki.
Terlebih saat ini ada Komite Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Bandung yang berisi berbagai pihak yang konsen pada pengembangan sektor ekonomi kreatif.
"Catatan penting dari DPRD Kota Bandung tentunya terkait komunikasi dan kolaborasi antar SKPD. Kita harus ingat soal ekonomi kreatif itu ada juga Dinas UMKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga. Jadi soal database palaku usaha terlihat tidak adanya keharmonisan data bahkan terkesan ada tumpang tindih database. Alhamdulillah saat ini sudah ada Perwal khusus yang isinya susunan tim dari tim Komite Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif. Di dalamnya ada OPD, pelaku usaha, akademisi, media massa dan komunitas kreatif," ujar Asep.
Asep pun berharap dengan adanya Komite Penataan dan Pengembagan Ekonomi Kreatif di Kota Bandung akan membuat sektor ini terus berkembang dan menjadikan Kota Bandung tetap menjadi barometer ekonomi kreatif baik nasional maupun internasional.
"Semoga ini jadi bentuk perhatian pemerintah atas potensi yang ada di Kota Bandung agar ke depan terus berkembang dan menjadi yang terbaik," tutur Asep.* (Sidiq)