HumasDPRD - Wakil Ketua III DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya berharap olahraga di Kota Bandung dapat menerapkan sains sport. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan dan mendongkrak kemampuan para atlet.
Hal tersebut ia sampaikan pada Rapat Kerja Kota (Rakerkot) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Tahun 2021, di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Kamis (30/12/2021).
"Negara-negara maju seperti Amerika menerapkan sains sport ini karena mendongkrak kemampuan para atlet. Maka hal ini harus bisa diimplementasikan di cabor (cabang olahraga) kita," ujarnya, pada raker tersebut.
Menurut Edwin, dengan adanya dukungan dari teknologi atau sains sport maka kelebihan maupun kemampuan atlet bisa lebih terukur. Dengan demikian, pola hidup, asupan nutrisi, hingga latihan dapat diatur dalam meningkatkan kemampuan atlet sesuai dengan yang dibutuhkan.
Ia menambahkan, dengan perkembangan teknologi saat ini yang semakin maju, maka harus dimanfaatkan dengan baik dalam dunia olahraga tanah air, khususnya di Kota Bandung.
"Jadi tidak bisa dilakukan secara tradisional, tapi mengikuti perkembangan zaman dan pengetahuan teknologi. Harapannya tidak hanya sampai di sini, tapi bagaimana di Kota Bandung bisa menyumbang sport tourism," tuturnya.
Edwin menjelaskan, salah satu negara yang mengembangkan sport tourism adalah Thailand dengan olahraga tradisionalnya Muay Thai. Para wisatawan yang datang ke negara tersebut dapat berkesempatan untuk berfoto bersama atlet-atlet juara dunia, latihan bersama, hingga sparing bersama.
"Tentu itu dengan peralatan dan cover kenyamanan dan keselamatan yang memadai. Di kita juga ada pencak silat, tarung drajat dan juga bulu tangkis. Kita tahu bagaimana bulu tangkis itu banyak kantongnya milik bangsa Indonesia, maka ini perlu dimaksimalkan sport tourism," tuturnya.
Ia menuturkan, dengan mulai terbentuknya sport tourism, maka selanjutnya yang dapat dibangun yakni industri olahraga di Kota Bandung. Dengan demikian, dapat ikut memberikan sumbangsih kepada perekonomian masyarakat.
"Jadi tidak hanya berpikir prestasi saja, tapi bagaimana bisa dikembangkan ke penunjang ekonomi dan hal yang lebih strategis. Selain itu, juga bisa menjadi bagaimana olahraga ini, membangun karakter atau character building yang lebih baik," ujarnya.* (Rio)