HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., MM., menghadiri kegiatan Rapat Terbatas Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung terkait evaluasi Penanganan Covid-19 di Kota Bandung, secara virtual di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (1/10/2021).
Dalam kegiatan tersebut, Tedy menyepakati beberapa usulan dari rencana kebijakan yang akan ditetapkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Di antaranya, relaksasi kapasitas jumlah pengunjung di tempat wisata dan belum diizinkannya menggelar prasmanan dalam sebuah kegiatan pernikahan.
"Secara prinsip, kami menyetujui apa-apa yang tadi diusulkan oleh Bapak Wali Kota, Bapak Wakil Wali Kota, dan Pak Sekda, terkait dengan perluasan batas kapasitas pengunjung tempat wisata, juga terkait prasmanan juga kami setuju untuk tetap dilarang, dan beberapa hal lainnya, kami sepakat," ujarnya secara virtual, Jumat (1/10/2021).
Di samping hal tersebut, Tedy pun mendorong agar upaya percepatan target vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat, khususnya kelompok lansia untuk lebih dioptimalkan. Pasalnya, capaian target vaksinasi tersebut saat ini baru mencapai 65 persen.
Dengan demikian, sisa target 35 persen harus terus dilakukan percepatan, salah satunya melalui pola door to door, sebagai upaya jemput bola memfasilitasi para lansia.
"Seperti yang kita ketahui, bahwa sejak awal mereka (kelompok lansia) merupakan target utama kita untuk mendapatkan layanan vaksinasi Covid-19. Sebab, lansia memiliki potensi resiko paling tinggi dalam tingkat keterpaparan Covid-19. Sehingga kami terus mendorong agar percepatan vaksinasi bagi lansia ini agar lebih dimaksimalkan lagi," ucapnya.
Tedy juga mendorong dilakukannya sampling random atau tes acak oleh Pemerintah Kota Bandung, melalui pemeriksaan PCR swab atau minimal rapid tes antigen di tempat-tempat yang diindikasikan menjadi klaster atau potensi klaster penularan. Contohnya seperti di lingkungan perkantoran, sekolah, pasar tradisional, dan tempat-tempat lainnya yang dianggap memiliki potensi penularan Covid-19.
Ia menambahkan, selain dilakukannya tes acak, untuk lingkungan sekolah Pemerintah Kota Bandung pun melakukan pengetatan pengawasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan warga sekolah, khususnya para peserta didik.
Hal tersebut menjadi dirasa penting untuk segera dilakukan sebagai upaya antisipasi dini dari terjadinya penularan Covid-19 di lapangan. Sebab, saat ini perilaku masyarakat yang seolah menilai pandemi Covid-19 telah berakhir.
"Mohon sekali agar upaya random sampling ini untuk segera dilakukan, agar kita dapat memiliki data-data sejak dini, sehingga kita tidak terlalu terkejut, apabila ditemukan kasus dari dampak euforia masyarakat, dalam menyikapi situasi menurunnya tren kasus positif Covid-19 Kota Bandung saat ini. Bahkan, dapat kita saksikan perilaku masyarakat saat ini seolah situasi kembali normal," katanya.* (Permana)