HumasDPRD - Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, H. Achmad Nugraha, DH, SH., melakukan peninjauan vaksinasi massal bagi warga di Kelurahan Samoja, yang dilaksanakan di Sekolah Dasar (SD) Centeh, Bandung, Selasa (14/9/2021).
Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Samoja Murni Hidayah selaku pelaksana vaksinasi massal ini, dan Camat Batununggal Drs. Tarya, M.AP.
Kegiatan yang juga dilaksanakan bersama Kelompok PKK, Kelompok Relawan Apikes, Karang Taruna, Kesdam dan beberapa perangkat kelurahan lainnya ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin dan ketat.
Achmad Nugraha memberi penekanan bahwa kebijakan pemerintah tentang vaksinasi massal bukan hanya sekedar kepentingan pribadi saja, namun untuk kepentingan bersama.
“Saya tidak lelah-lelah menyampaikan, ayo vaksin! Vaksin bukan hanya untuk diri kita sendiri, melainkan untuk keselamatan kita bersama, anak kita, orang tua kita, dan orang-orang tercinta juga akan terlindungi,” ujar Achmad.
Dalam kesempatan ini, Achmad juga menyampaikan sikap yang harus ditunjukkan dalam menerima banyak informasi yang beredar. Informasi hoaks akan menjadi hambatan dalam proses vaksinasi.
Penyaringan informasi harus juga dipantau oleh orang tua agar anak anak semua juga bisa mendapatkan pemahaman yang tepat.
Selain menyorotin hal tersebut, Achmad juga memberikan perhatian lebih kepada teknisi dan relawan vaksinasi.
“Relawan dan teknisi vaksinasi ini harus kita apresiasi lebih. Beri mereka fasilitas dan kemudahan dalam proses mereka bekerja. Jangan sampai mereka merasa kesulitan hanya karena fasilitas yang kita sediakan tidak memadai,” ujar Achmad.
Lurah Samoja, Murni Hidayah menyampaikan vaksinasi massal ini merupakan kegiatan lanjutan bagi warga yang belum menerima vaksin. Ia menyampaikan bahwa warga kelurahan Samoja masih terhitung kurang lebih 2.000 warga yang telah menerima vaksin dari total sekitar 15.000 warga kelurahan.
“Kami masih berupaya bagi warga Samoja menfasilitasi vaksinasi massal ini. Kami bergerak bersama untuk membantu pemerintah menjalankan arahan ini. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk memberikan pengertian agar warga kami mau untuk divaksin ditengah-tengah informasi hoaks yang beredar,” kata Murni.* (Tofan)