HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., MM mengapresiasi kegiatan vaksinasi Covid-19 massal dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Kota Bandung yang diinisiasi oleh masyarakat RW 21, Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Jumat (3/9/2021).
Terlebih, kegiatan yang diikuti oleh ratusan warga dan digelar di PAUD Bunda DD di bawah Yayasan Berkah Al-Fatihah tersebut, dilakukan menjelang bergulirnya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
"Pertama, kita patut apresiasi kolaborasi yang sangat baik sekali antara masyarakat dan aparat kewilayahan di Kelurahan Margasari, Buahbatu ini. Maka, dengan adanya dukungan dari masyarakat ini, membuat tugas pemerintah menjadi sangat terbantu untuk dapat menyukseskan program percepatan vaksinasi nasional di Kota Bandung," ujarnya.
Tedy pun berharap, upaya sinergitas dan kolaborasi seperti ini dapat terus dilakukan, bahkan di adaptasi oleh wilayah lainnya.
Menurut dia, ketersediaan dosis vaksin yang dimiliki pemerintah saat ini masih sangat mencukupi untuk dapat memenuhi kebutuhan vaksinasi di masyarakat. Meski demikian, terbatasnya ketersediaan petugas pelaksana di lapangan, cukup menjadi kendala dari upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung.
"Dengan kondisi terbatasnya jumlah penyelenggara, maka pemerintah tentu sangat mengharapkan adanya dukungan dari masyarakat di kewilayahan untuk dapat menyukseskan percepatan target vaksinasi kepada masyarakat, yang sampai hari ini, alhamdulilah telah tercapai 63 persen untuk pelaksanaan dosis pertama," ucapnya.
Tedy pun terus mendorong agar pelaksanaan vaksinasi dapat memprioritaskan kelompok masyarakat lansia. Sebab, lansia menjadi kelompok paling rentan dan beresiko tinggi bila terpapar Covid-19.
Oleh karena itu, diharapkan agar sinergitas dan kolaborasi aparat bersama masyarakat kewilayahan dapat melakukan upaya inovasi, salah satunya 'jemput bola' untuk dapat memfasilitasi kebutuhan vaksinasi bagi para lansia.
"Dengan upaya tersebut, mudah-mudahan para lansia, khususnya yang ada di RW 21 Kecamatan Buahbatu ini dapat terfasilitasi vaksinasi secara 100 persen. Kalau para lansia sudah selesai divaksin, Insyaallah tidak akan ada korban jiwa lagi dari dampak terpapar Covid-19," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Tedy sekaligus mengimbau dalam momen menjelang bergulirnya PTM terbatas pada 8 September 2021, agar sinergitas dan kolaborasi antar semua pihak terkait harus terus ditingkatkan, terutama dalam pengawasan dan penerapan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan semaksimal mungkin.
Karena pihak sekolah tidak bisa terus-terusan melakukan pengawasan bagi siswa didiknya terutama saat di luar sekolah, maka dukungan peran orangtua siswa dan aparat kewilayahan setempat menjadi kunci dalam memastikan keamanan dan keselamatan dari setiap anak didik.
"Dalam penerapan kembali PTM terbatas nanti, kita mengimbau agar siswa betul-betul hanya belajar dan kemudian segera pulang ke rumah, jika pembelajaran telah usai. Maka, mohon para orangtuanya juga menjemput dan memastikan bahwa anak-anaknya langsung pulang ke rumah masing-masing, tidak kemana-mana dulu. Inilah situasi yang sebetulnya paling tidak sederhana dari kembali bergulirnya PTM terbatas di masa pandemi Covid-19," katanya.* (Permana)