HumasDPRD - Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., MM., menghadiri acara Opsi Talk Show PRFM News membahas persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di saat pandemi Covid-19, Selasa (31/8/2021).
Acara yang diadakan di studio PRFM 107.5 FM, Jalan Asia Afrika No.77, Bandung, ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar.
Dengan banyaknya aspirasi masyarakat untuk dapat kembali sekolah tatap muka, dewan mendorong untuk segera dilakukannya PTM Terbatas.
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan menyampaikan bahwa selama reses banyak aspirasi masyrakat yang ingin bersekolah langsung.
"Selama reses ini banyak aspirasi dari masyarakat yang berkaitan dengan PTM, tentunya dewan mendorong keinginan dari masyarakat dan Disdik Kota Bandung harus melaksanakannya," ujarnya.
Seperti diketahui, PTM secara terbatas telah diatur melalui Peraturan Wali Kota Bandung (Perwal) 83 Tahun 2021 mengacu pada Peraturan Pemerintah Pusat. Aturan PPKM Level 3 juga memberikan beberapa ruang termasuk sektor pendidikan untuk dapat menggelar PTM Terbatas.
Tentu saja, kata Tedy, harus mempertimbangkan dari segala aspek terutama kesehatan dan sarana prasarananya, melihat juga dengan perkembangan Covid-19 khususnya di Kota Bandung.
“Alhamdulilah sudah zona oranye dan PPKM Level 3. Kami pun berharap ada kepastian dari Dinas Pendidikan Kota Bandung bahwa PTMT siap dilaksanakan pekan ke-2 September ini dan menurut kami waktunya cukup dan ini pun mengkomparasi dengan daerah lain yang sudah melakukan PTM,” ujarnya.
Meski begitu, ia meminta Pemkot Bandung memberi kebijakan yang baik, bahwa orang tua yang tidak berkenan PTM Terbatas dapat melanjutkan pembelajaran anaknya secara daring.
"Tentu saja ini akan menyerap banyak energi untuk para guru khususnya di Kota Bandung karena harus melakukan hybrid (daring dan luring). Maka itu, untuk para guru harus tetap semangat dan menjaga kesehatannya untuk selalu memajukan anak bangsa,” ujarnya.
Tedy pun berpesan kepada para pedagang di wilayah sekolah dan meminta pengertiannya karena ini merupakan keputusan berat bahwa pedagang di lingkungan sekolah tidak dapat berjualan dahulu.
“Yang mana ini upaya untuk bisa mengatasi klaster baru yang tidak diinginkan dan menjaga anak-anak kita untuk tetap sehat dan aman. Anak-anakpun dianjurkan untuk membawa makanan dan minumannya masing-masing, tidak diperkenankan untuk jajan di lingkungan sekolah,” ucapnya.
Dengan perkembangan Covid-19 di Kota Bandung, Tedy pun menyampaikan PTM Terbatas harus dijalankan dengan ekstra hati-hati.
Keputusan membuka sekolah ini dampaknya sangat luas karena melibatkan puluhan ribu orang, sehingga harus mempersiapkan dari berbagai aspek seperti layanan bus sekolah dengan prokes ketat, dan orang tua pun harus mengedukasi anaknya dengan baik.
“Sekolah pun harus melibatkan orang tua, RT, RW, Satgas Covid-19 setempat agar peningÄ·atan wabah pandemi Covid-19 dapat dikontrol dengan baik,” katanya.
Dalam kunjungan ke SMPN 51 Kota Bandung yang menggelar vaksinasi bekerja sama dengan puskesmas dan kecamatan setempat, ia melihat kesiapan Pemerintah Kota Bandung sangat baik. Oleh karena itu, Tedy pun berharap Disdik Kota Bandung siap pada saat pelaksanaan di lapangan.
"Tentunya untuk Pemerintah Kota Bandung dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bandung harus sangat siap dalam pelaksanaan di lapangan, dan juga harus dipastikan dengan persiapan sarana pra sarana, kurikulum, SOP penanganan prokes,” tuturnya.
Ia berpesan agar orang tua dan siswa tetap menjalankan prokes ketat demi tercapainya pembelajaran yang aman dan nyaman.
"Untuk siswa siswi adik-adik yang kami cintai mari kita terapkan prokes secara ketat, selalu memakai masker dengan masker standar medis, tidak berkerumun menjaga interaksi dan hanya untuk kegiatan belajar saja di sekolah. Kepada orang tua pun harus selalu mengingatkan, membimbing serta memberikan edukasi kepada anak-anaknya untuk selalu mengingatkan agar sehabis sekolah langsung segera pulang ke rumah masing-masing.
Kepada warga Kota Bandung, ia mengingatkan untuk selalu berdoa dan berikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Kota Bandung merdeka dari Covid-19.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat menyampaikan bahwa satuan guru, tenaga administrasi sekolah, dan seluruh perangkat pendukung telah melaksanakan vaksinasi dan menyatakan kesiapannya untuk PTM terbatas.
"Perkembangan vaksinasi untuk PTK sudah hampir selesai angkanya sudah di atas 90 persen, dan ada beberapa sekolah yang bekerja sama dengan pihak yang kompeten untuk vaksinasi,” ujarnya.
Pada pelaksanaannya, PTM Terbatas hanya akan berjalan 2 jam, terdiri dari 2 mata pelajaran 2x60 menit, dan orang tua yang tidak berkenan anaknya menjalani PTM terbatas dapat melaksanakannya secara daring.
Hikmat menambahkan siswa yang ada di sekolah juga harus selalu memakai masker, menjaga jarak, tidak boleh berkerumun. Untuk ekstrakulikuler sementara ini tidak boleh berjalan.
"Kamipun sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung bahwa Puskesmas harus siap siaga dan memberikan pelayanan medis jika ada sesuatu yang tidak kita inginkan, karena sekolah wajib menyiapkan UKS yang sangat layak dan jika terjadi klaster di sekolah setempat maka sekolah tersebut akan dihentikan untuk PTM-nya,” katanya.* (Jaja)